Pacitan, warkimsutarto.com – Upaya memperkuat literasi sejarah lokal terus dilakukan di Kabupaten Pacitan. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, H. Amat Taufan, S.Sos., menerima kunjungan sekaligus berdiskusi penulisan buku sejarah bersama dr. H. Warkim Sutarto, MARS, Anggota DPRD Pacitan Fraksi Partai Demokrat, pada Senin (5/1/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk membahas pentingnya pendokumentasian sejarah Pacitan melalui karya tulis dan pengelolaan arsip yang berkelanjutan. Keduanya sepakat bahwa sejarah lokal harus disajikan secara ilmiah, menarik, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Dorong Pelestarian Jejak Peradaban Pacitan
Dalam kesempatan itu, Amat Taufan menyerahkan buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri Jilid 1, 2, dan 3 kepada dr. H. Warkim Sutarto. Buku tersebut ditulis bersama Dr. Agoes Hendriyanto, S.P., M.Pd., dan menjadi bagian dari komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan dalam melestarikan sejarah daerah.
Menurut Amat Taufan, ensiklopedia ini merekam berbagai situs dan jejak peradaban Pacitan yang memiliki nilai historis tinggi. Dokumentasi tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi rujukan bagi generasi mendatang.
Literasi sebagai Pilar Pembangunan Peradaban
dr. H. Warkim Sutarto mengapresiasi langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan dalam menggerakkan budaya literasi. Ia menilai dorongan kepada masyarakat untuk menulis dan mengamankan arsip sejarah merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa.
Menurutnya, sejarah yang terdokumentasi dengan baik tidak hanya menjaga memori kolektif, tetapi juga menjadi cermin perjalanan sosial, budaya, dan politik suatu daerah. Bahkan, ia menilai dokumentasi sejarah dalam bentuk buku maupun film sangat penting untuk menjaga harkat dan martabat bangsa.
Undangan Launching Buku “Sosok Dokter Entrepreneur”
Pada kesempatan yang sama, dr. H. Warkim turut mengundang para penulis dan pegiat literasi untuk menghadiri Launching Buku Perdana karyanya yang berjudul “Sosok Dokter Entrepreneur”. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Museum SBY dan Ani Yudhoyono, Pacitan, pada 12 Januari 2026.
Buku tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda tentang perpaduan profesi, kewirausahaan, dan pengabdian sosial.
Sinergi Jaga Identitas Sejarah Daerah
“Literasi, penulisan sejarah, dan pengarsipan merupakan fondasi penting bagi pembangunan peradaban. Ini bagian dari ikhtiar menuju Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia,” tegas Amat Taufan.
Pertemuan ini menjadi momentum sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas literasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga identitas sejarah Pacitan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi dan arsip sejarah.
