Warkim Sutarto

Zero Case Kematian Ibu dan Bayi di Pacitan Tahun 2025 Gagal Tercapai, dr. Warkim Sutarto Ungkap Akar Masalah

dr H Warkim Sutarto

Pacitan, warkimsutarto.com – Target nol kematian ibu dan bayi di Pacitan tidak tercapai — apa penyebabnya? Legislator bicara solusi sistemik demi keselamatan nyawa ibu dan anak.

Target Zero Case Masih Jauh dari Harapan

Target zero case kematian ibu dan bayi di Pacitan kembali gagal dicapai pada tahun 2025. Pemerintah daerah sebelumnya menargetkan tidak ada satu pun kematian ibu maupun bayi sepanjang tahun.

Namun, data Dinas Kesehatan menunjukkan fakta berbeda. Hingga akhir tahun, tercatat tiga kasus kematian ibu dan 57 kasus kematian bayi.

Capaian tersebut menandakan bahwa target nol kematian masih menjadi pekerjaan rumah besar. Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak agar kasus serupa tidak terulang.

Baca Juga  dr. Warkim Sutarto: Santri Adalah Penjaga Moral dan Penggerak Kemajuan Bangsa

Legislator Soroti Persoalan Sistem Kesehatan

Ketua Komisi II DPRD Pacitan, dr. H. Warkim Sutarto, MARS, menilai kegagalan ini tidak bisa dilihat secara sederhana. Menurutnya, masalahnya bersifat sistemik.

Ia menyebut layanan kesehatan belum sepenuhnya optimal. Terutama dalam penanganan kasus darurat ibu dan bayi.

Distribusi tenaga kesehatan juga belum merata. Kondisi ini menyulitkan penanganan cepat di wilayah terpencil.

Akses dan Geografi Jadi Kendala Serius

Pacitan memiliki kondisi geografis yang menantang. Banyak wilayah berada di daerah perbukitan dan sulit dijangkau.

Dalam kondisi darurat persalinan, keterlambatan rujukan bisa berakibat fatal. Waktu menjadi faktor penentu keselamatan ibu dan bayi.

Menurut Warkim, sistem rujukan harus diperkuat. Ambulans dan fasilitas pendukung harus siap selama 24 jam.

Baca Juga  Tragedi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, DPRD Pacitan Serukan Prioritas Keselamatan Pesantren

Faktor Sosial dan Budaya Ikut Berpengaruh

Selain layanan medis, faktor sosial dan budaya turut memengaruhi tingginya angka kematian. Pernikahan dini masih ditemukan di beberapa wilayah.

Kehamilan di usia muda memiliki risiko tinggi. Sayangnya, kesadaran akan bahaya ini belum merata.

Di sisi lain, literasi kesehatan keluarga masih rendah. Banyak tanda bahaya kehamilan tidak dikenali sejak dini.

Perlu Sinergi Lintas Sektor

Warkim menegaskan bahwa beban zero case tidak bisa dibebankan pada tenaga medis saja. Semua pihak harus terlibat.

Pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat perlu berjalan bersama. Edukasi kesehatan harus diperluas hingga tingkat desa.

Dengan langkah terkoordinasi, target penurunan kematian ibu dan bayi dinilai masih bisa dicapai. Zero case harus menjadi komitmen bersama.

🔥 Populer Post

Scroll to Top