Pacitan, warkimsutarto.com – Pasar Beling Song Meri bukan sekadar pasar, tapi denyut ekonomi rakyat dan benteng budaya Pacitan yang mulai bangkit. Anggota DPRD Pacitan dr. H. Warkim Sutarto, MARS mendorong Pasar Beling Song Meri menjadi ikon ekonomi kerakyatan dan pelestarian budaya lokal.
Keberadaan Pasar Beling Song Meri di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, mendapat apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan, dr. H. Warkim Sutarto, MARS. Pasar bernuansa tradisional tersebut dinilai berhasil menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus sarana pelestarian budaya lokal.
Dukungan itu disampaikan dr Warkim saat meninjau langsung aktivitas pasar bersama sang istri pada Minggu (25/1/2026). Ia melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan yang memadati pasar sebagai sinyal kuat bahwa konsep ekonomi berbasis tradisi masih memiliki daya tarik besar.
Potensi Ikon Wisata Baru Pacitan
Menurut dr Warkim, Pasar Beling Song Meri memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon wisata berkelanjutan di Pacitan. Konsep tempo dulu yang diusung, dipadukan dengan sajian kuliner tradisional, menjadi nilai tambah yang jarang ditemui di pasar modern.
Ia menilai kreativitas masyarakat dalam menghidupkan kembali pasar tradisional dengan pendekatan budaya merupakan langkah luar biasa. Inisiatif ini, kata dia, layak mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
UMKM dan Kuliner Tradisional Jadi Kekuatan Utama
Dalam kunjungannya, dr Warkim tampak menikmati suasana pasar sambil mencicipi aneka jajanan tradisional yang dijajakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menegaskan bahwa pasar seperti ini memberi ruang nyata bagi UMKM lokal untuk tumbuh dan berkembang.
“Ruang ekonomi kerakyatan seperti ini penting dijaga. Jajanan tradisional adalah warisan budaya yang tidak boleh hilang tergerus zaman,” ujarnya.
Perlu Fasilitasi dan Evaluasi Berkelanjutan
Meski mengapresiasi, legislator Partai Demokrat dari Dapil VI Pacitan ini juga memberikan sejumlah catatan evaluatif. Ia menekankan pentingnya higienitas produk, penataan lapak pedagang, serta manajemen parkir agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Ia juga mendorong agar operasional Pasar Beling Song Meri dapat dijadwalkan secara rutin dan dipromosikan lebih luas sebagai destinasi unggulan Pacitan.
Dorong Replikasi di Wilayah Lain
Lebih jauh, dr Warkim berharap model pemberdayaan ekonomi berbasis budaya ini tidak berhenti di satu lokasi. Ia mendorong konsep serupa dapat direplikasi di wilayah lain di Pacitan agar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat semakin luas.
“Kalau dikelola dengan baik dan berkelanjutan, pasar seperti ini bisa menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” pungkasnya.


