Warkim Sutarto

PAD Pacitan 2025 Tembus 103,43 Persen, Bukti Kinerja Positif Pemerintah Daerah

Capaian PAD Kab Pacitan

Pacitan, warkimsutarto.com – Kabar baik untuk Pacitan! PAD tahun 2025 berhasil menembus 103,43 persen dengan realisasi Rp253 miliar. Capaian ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendorong pembangunan yang lebih merata bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Pacitan mencatat capaian positif pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Realisasi pendapatan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan laporan resmi pemerintah daerah, capaian PAD Pacitan mencapai 103,43 persen dari target yang ditetapkan. Nilainya menembus angka Rp253 miliar lebih, sebuah pencapaian yang dinilai penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025 yang digelar di DPRD Pacitan pada Jumat (6/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Pacitan memaparkan berbagai indikator kinerja keuangan daerah sepanjang tahun anggaran 2025.

Realisasi PAD Pacitan Jadi Penopang Kemandirian Fiskal

Bupati menjelaskan bahwa realisasi PAD Pacitan tahun 2025 mencapai lebih dari Rp253 miliar atau 103,43 persen dari target.

Kontribusi PAD tersebut menyumbang sekitar 15,26 persen terhadap total pendapatan daerah Kabupaten Pacitan tahun 2025.

Baca Juga  RDP Pembahasan Raperda Disabilitas Pacitan: Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Difabel

Menurutnya, capaian ini menunjukkan tren positif dalam upaya pemerintah daerah meningkatkan kemandirian fiskal. Selama ini, sebagian besar daerah masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

“Pendapatan Asli Daerah tahun 2025 sebesar Rp253 miliar lebih atau 103,43 persen dari target. Angka tersebut berkontribusi sekitar 15,26 persen terhadap total pendapatan daerah Kabupaten Pacitan,” ujar Bupati saat membacakan laporan di hadapan anggota DPRD.

Peningkatan PAD ini menjadi indikator penting bagi kemampuan daerah dalam membiayai program pembangunan secara mandiri.

Total Pendapatan Daerah Pacitan Capai Rp1,67 Triliun

Selain capaian PAD, pemerintah daerah juga mencatat realisasi total Pendapatan Daerah Kabupaten Pacitan tahun 2025 yang mencapai Rp1,67 triliun.

Angka tersebut setara dengan 98,57 persen dari target pendapatan daerah yang telah direncanakan sebelumnya dalam APBD.

Komposisi pendapatan daerah masih didominasi oleh Pendapatan Transfer dari pemerintah pusat maupun provinsi. Nilainya mencapai sekitar Rp1,4 triliun atau 84,35 persen dari total pendapatan daerah.

Baca Juga  Buka Puasa Bersama Jurnalis, dr. Warkim Sutarto Soroti Program Makan Bergizi Gratis di Pacitan

Sementara itu, kategori pendapatan lain-lain yang sah tercatat sekitar Rp6 miliar atau 0,39 persen dari total pendapatan daerah.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun PAD meningkat, ketergantungan terhadap dana transfer masih cukup besar.

Belanja Daerah Pacitan 2025 Terserap Hingga 95,40 Persen

Dari sisi pengeluaran, pemerintah daerah juga mencatat tingkat penyerapan anggaran yang cukup tinggi.

Realisasi Belanja Daerah tahun anggaran 2025 mencapai sekitar Rp1,6 triliun atau 95,40 persen dari pagu anggaran.

Belanja tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Mulai dari belanja operasional pemerintahan hingga pembangunan infrastruktur daerah.

Rincian penyerapan belanja daerah meliputi:

  • Belanja Operasi terealisasi sebesar 96,46 persen

  • Belanja Modal sekitar Rp93 miliar atau 83,80 persen dari pagu

  • Belanja Tidak Terduga sekitar Rp5 miliar atau 68,19 persen dari pagu

  • Belanja Transfer sekitar Rp266 miliar atau 95,73 persen dari pagu

Belanja modal sendiri diarahkan untuk pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan, fasilitas publik, serta sarana pelayanan masyarakat.

Dampak PAD terhadap Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

Capaian PAD yang melampaui target diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Terutama dalam mendukung program pembangunan daerah dan peningkatan kualitas layanan publik.

Baca Juga  DPRD Pacitan Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Cegah PMK Jadi Prioritas

Dengan pendapatan daerah yang lebih kuat, pemerintah memiliki ruang fiskal lebih besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ke depan, pemerintah Kabupaten Pacitan juga terus berupaya menggali potensi PAD baru. Hal ini penting agar ketergantungan terhadap dana transfer dapat berkurang secara bertahap.

Jika tren peningkatan PAD dapat dipertahankan, maka kemandirian fiskal daerah akan semakin kuat dan pembangunan di Pacitan dapat berjalan lebih optimal.

🔥 Populer Post

Scroll to Top