Awal Mimpi Besar Untuk Membantu Pelayanan Kesehatan Pacitan
warkimsutarto.com – Pacitan, kota kecil yang dikelilingi pegunungan, dulu hanya memiliki satu rumah sakit, yakni RSUD Pacitan. Melihat keterbatasan itu, saya terdorong untuk membantu pemerintah daerah dengan membangun rumah sakit swasta pertama di Pacitan.
Pada tahun 2012, dengan lahan yang sudah tersedia, cita-cita besar itu mulai saya rancang.
Namun, proses awal tidak berjalan mulus. Saat mengajukan izin mendirikan bangunan, seorang warga menolak keras, membuat langkah pertama saya terhenti. Usaha pendekatan sudah dilakukan, tapi akhirnya saya harus mencari jalan lain.
Pantang Menyerah: Membeli Lahan Baru dan Mencari Investor
Tidak menyerah, pada tahun 2012 saya memutuskan membeli lahan baru di depan lokasi awal. Dengan membentuk tim pembebasan lahan, akhirnya kami berhasil memperoleh tanah baru. Target saya jelas: pada 2017, Rumah Sakit Medical Mandiri Pacitan harus berdiri.
Tantangan terbesar berikutnya adalah pembiayaan. Membangun rumah sakit membutuhkan dana ratusan miliar rupiah. Saya bolak-balik Pacitan-Jakarta mencari investor, bahkan berbicara dengan calon investor dari Spanyol, Belanda, Inggris, hingga Singapura.
Sempat hampir mencapai kesepakatan dengan investor Singapura, Mr. Thompson. Namun, perbedaan visi membuat kerjasama batal. Tak putus asa, saya melanjutkan pencarian.
Gagal Berkali-kali, Semangat Tak Pernah Padam
Kesempatan kedua datang dari investor Inggris, Mr. Robert Hass. Setelah diskusi intensif dan kunjungan ke Pacitan, lagi-lagi kesepakatan batal karena hanya sebagian dari konsorsium yang setuju.
Saya terus melangkah. Tahun 2014, saya terbang ke Atlanta, Amerika Serikat, untuk bertemu dengan Dr. Alan Gibbons dan timnya. Meski diskusi berjalan serius, syarat mereka yang ingin menguasai penuh posisi strategis rumah sakit membuat saya menolak. Bagi saya, membangun rumah sakit harus tetap mengutamakan kemandirian bangsa.
Kegagalan demi kegagalan tidak menghentikan langkah saya. Justru semakin menguatkan tekad untuk membangun sendiri.
Titik Balik: Izin yang Akhirnya Didapatkan
Pulang dari Amerika, saya kembali mendekati warga yang dulu menolak pembangunan. Alhamdulillah, kali ini izin diberikan. Dengan semangat baru, saya mengubah perencanaan dan mempercepat persiapan pembangunan.
Tanggal 12 Januari 2017, bertepatan dengan hari lahir saya, pembangunan Rumah Sakit Medical Mandiri Pacitan resmi dimulai. Ini menjadi simbol perjuangan panjang yang penuh lika-liku.
Pada tahun 2018, rumah sakit ini resmi beroperasi, diresmikan langsung oleh Bupati Pacitan kala itu, Bapak Indartato.
Tantangan Besar: Diterpa Pandemi COVID-19
Belum lama beroperasi, badai besar datang. Pandemi COVID-19 tahun 2019 menghantam dunia, termasuk kami. Jumlah pasien anjlok, pendanaan operasional membengkak, bahkan rumah sakit kami sempat diterpa isu miring terkait COVID-19.
Saya sempat berpikir untuk menutup rumah sakit. Tapi, saya sadar ada banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari tempat ini. Akhirnya, saya memilih bertahan, berjuang sekuat tenaga melewati masa sulit.
Alhamdulillah, memasuki tahun 2021, pandemi mulai mereda dan Rumah Sakit Medical Mandiri Pacitan kembali bangkit perlahan.
Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Pernah Menyerah
Dari kisah ini, saya ingin mengajak generasi muda untuk terus bermimpi dan berjuang. Tanamkan cita-cita setinggi langit, dan jangan mudah menyerah. Jika kita bersungguh-sungguh, Allah akan membukakan jalan.
Namun, ingatlah bahwa hidup ini bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat. Sebagaimana pesan dalam Al-Quran surat Al-Qashash ayat 77:
“Carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”
Mari kita bangkit, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan agama.
Salam Inspirasi,
Dr. Warkim Sutarto, MARS
(Pendiri Rumah Sakit Medical Mandiri Pacitan)



