warkimsutarto.com – Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap Hantavirus, virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Meski belum sepopuler Covid-19, virus ini tetap perlu mendapat perhatian karena dapat memicu gangguan kesehatan serius jika terlambat ditangani.
Hantavirus merupakan virus yang menyebar dari tikus ke manusia. Penularannya umumnya terjadi ketika seseorang tanpa sadar menghirup debu yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengandung virus.
Namun, penting dipahami bahwa virus ini tidak menular melalui udara bebas seperti flu atau Covid-19. Risiko penularan biasanya berasal dari lingkungan yang kotor atau area dengan populasi tikus tinggi.
Gejala Hantavirus Sering Mirip Flu Biasa
Gejala awal Hantavirus sering kali menyerupai penyakit ringan seperti masuk angin atau flu. Karena itu, banyak orang tidak menyadari bahayanya sejak dini.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Demam tinggi
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Tubuh terasa lemas
- Mual dan muntah
- Nyeri perut
Pada kondisi yang lebih berat, virus ini dapat menyerang paru-paru maupun ginjal. Akibatnya, penderita bisa mengalami sesak napas berat hingga kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Meski demikian, masyarakat diimbau tidak perlu panik berlebihan. Hantavirus tidak menyebar dari manusia ke manusia seperti Covid-19. Risiko terbesar justru berasal dari paparan lingkungan yang tidak bersih dan dipenuhi tikus.
Cara Mencegah Hantavirus di Lingkungan Rumah
Pencegahan Hantavirus sebenarnya cukup sederhana. Langkah utama yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan rumah dan mengendalikan keberadaan tikus.
Berikut beberapa cara pencegahan yang bisa diterapkan:
1. Jaga Kebersihan Rumah
Pastikan rumah tetap bersih dan makanan tidak dibiarkan terbuka. Sisa makanan yang tercecer dapat menarik tikus masuk ke rumah.
2. Gunakan Pelindung Saat Membersihkan Area Kotor
Jika membersihkan gudang, loteng, atau area yang terdapat kotoran tikus, gunakan masker dan sarung tangan untuk mengurangi risiko paparan virus.
3. Jangan Menyapu Kotoran Tikus dalam Kondisi Kering
Kotoran tikus yang kering bisa berubah menjadi debu dan terhirup tanpa disadari. Sebaiknya semprot terlebih dahulu menggunakan disinfektan atau cairan pembersih sebelum dibersihkan.
Lingkungan yang sehat dan terbebas dari tikus menjadi langkah sederhana namun efektif untuk melindungi keluarga dari ancaman Hantavirus.
Pesan dr. H. Warkim Sutarto, MARS untuk Masyarakat
dr. H. Warkim Sutarto, MARS mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kebersihan lingkungan rumah.
“Jangan menunggu sakit dulu baru peduli kebersihan. Rumah yang bersih, makanan tertutup, dan lingkungan bebas tikus adalah perlindungan pertama bagi keluarga. Jika mengalami gejala mirip flu disertai riwayat paparan lingkungan kotor atau banyak tikus, segera periksa ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan lebih cepat,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat setiap hari.
“Karena sehat itu dimulai dari rumah. Lingkungan sehat, tikus terkendali, keluarga pun lebih terlindungi,” pungkasnya.
