Pacitan, warkimsutarto.com – Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan keagamaan setelah bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk dan menelan banyak korban jiwa. Peristiwa tragis ini langsung mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk DPRD Kabupaten Pacitan.
Salah satu anggota DPRD Pacitan dari Fraksi Partai Demokrat, dr. Warkim Sutarto, MARS, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut. Ia menegaskan pentingnya menempatkan keselamatan santri sebagai prioritas utama di lingkungan pesantren.
Seruan dari DPRD Pacitan: Keselamatan Harus Jadi Prioritas
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan sebagai anggota DPRD Kabupaten Pacitan dari Fraksi Partai Demokrat, saya menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo,” ujar dr. Warkim Sutarto saat ditemui di Pacitan, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pengingat serius bagi semua pihak, terutama menjelang peringatan Hari Santri. Ia menilai, keselamatan dan kualitas bangunan pesantren sering kali luput dari perhatian, padahal santri adalah generasi penerus bangsa yang berhak menimba ilmu dalam kondisi aman dan nyaman.
Ratusan Korban, Pelajaran Bagi Semua
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, total 171 orang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari jumlah itu, 67 orang meninggal dunia, termasuk beberapa bagian tubuh korban yang ditemukan terpisah, sementara 104 orang berhasil diselamatkan.
Tragedi ini, kata dr. Warkim, menjadi pelajaran berharga agar semua pihak lebih serius memastikan standar keselamatan pesantren. Ia mengajak masyarakat, pengelola pesantren, dan pemerintah untuk bersama-sama memperhatikan keamanan infrastruktur pendidikan keagamaan demi mencegah bencana serupa.
Pesan Moral: Santri Adalah Aset Bangsa
“Semoga para korban yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan. Dan untuk para korban luka, semoga segera pulih,” tutur dr. Warkim penuh empati.
Ia menambahkan, tragedi ini juga menjadi momentum untuk mengokohkan tekad dalam menjaga dan memajukan pesantren sebagai pusat pembentukan karakter dan moral bangsa.
dr. H. Warkim Sutarto, MARS mengajak semua pihak untuk terus memperjuangkan keselamatan pesantren agar para santri dapat belajar dengan aman dan tenang demi masa depan Indonesia.